Senin, 16 Agustus 2010

Tetesan Air Mata Untuk Seseorang di Sana

Kini hatiku seakan terluka
Tercabik-cabik tak berdaya
Kini hatiku merintih
Menangis dan bersedih

Apa kau telah lupa..
Di saat semua kita lalui bersama
Apa kau tak lagi ingat
Saat semua kita lalui dengan kobaran semangat

Kini kau berubah
Pancaran wajahmu tak lagi indah
Pandangan matamu tak lagi bersinar
Tatapanmu membuat semangatku tak lagi berkobar

Sahabatku yang ada di sana!!
Dapatkah kau merasakan ini semua???
Hatiku kini benar-benar menjerit
Yang dulu manis, kini harus kutelan rasa pahit!
Tetesan air mata ini sungguh membuatku sakit..

Sahabatku yang ada di sana!!!
Sadarlah!!
Tidakkah kau mendengar tangisan ini??
Tidakkah kau melihat tetesan air mata ini??

Sahabatku!!
Kembalilah!!
Aku merindukanmu!!

Oleh: wahyudi
untuk seorang sahabatku yang ada di sana. semoga engkau cepat kembali ke jalan yang benar

Perpisahan

Ribuan jalan telah kita lewati
Berbagai rintangan telah kita lalui
Penuh wewangian bunga maupun bertabur duri
Penuh suka maupun duka di hati

Semua bukanlah sekedar kenangn
Semua bukanlah sekedar renungan
Saat kita dalam kebersamaan
Dalam suka maupun pengorbanan

Namun, kita tlah tahu
Kita tak selamanya bersatu
Menempuh jalan hidup yang bertabur debu
Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu

Saat berpisah harus menyapa
Ku tak ingin kau teteskan air mata
Ku tak ingin kau berduka
Karena hati kita kan tetap bersama

Sahabatku tercinta!!
Inilah hidup
Kadang kita membuka
Suatu saat kita kan menutup

Sahabatku tercinta!!
Ku ingin kita kembali bersama
Di saat harta tak lagi berguna
Di saat cinta menjadi satu-satunya pembela

Dengan Bangga

Kalau aku hanya bisa menjadi temanmu
Kalau hanya itu tempat untukku dihatimu
Kan kuterima itu dengan bangga
Kubuktikan diriku yang terbaik untuk menjalaninya

Kan kuberikan kepadamu bahuku untuk tempat mengadu
Kan kutunjukkan betapa pedulinya aku padamu
Aku kan selalu siap saat kau membutuhkanku
Aku akan selalu berada didekatmu

Kalau aku hanya bisa menjadi temanmu
Yang mendengar saat kau menangis
Kan kuterima itu dengan bangga
Kan kujalani dengan suka cita

Cintaku padamu lebih dalam
Daripada yang akan pernah kau sadari
Tanpa mengharapkan kau mencintaiku
Untuk itu mesti ku biarkan kau berlalu

Kau perlu waktu untuk menemukan tujuanmu
Kau perlu waktu untuk merenungkan pikiranmu
Tapi, saat perjalananmu berakhir
Dan jalur yang kau tempuh selesai sudah

Ingatlah aku sahabat baikmu
Yang mencintaimu sejak awal mula

By : Dekres HS,kragan,rembang

Jam Dinding

Ku menoleh ke arah kiri
Ku lihat jam dinding menatapku
Seakan dia berseri
Tersenyum memandang diriku

Diriku yang sedang menangis
Merasakan pahitnya dunia
Yang telah membuat hati terasa teriris
Merasakan pahitnya cinta

Tapi ku sadar
Diriku tak bisa terus bersandar
Bersandar pada dirinya

Tapi ku harus selalu bersandar
Bersandar kepada Yang Maha Benar
Yang bisa membuat cinta ini ada
Yang bisa mebuat cinta ini tiada

Subhaanalloh!

Angin sepoi sepoi di pagi yang buta
Mengalir lembut menusuk dada
Membuat hatiku tertegun
Merenung dan melamun

Kupandang langit dengan senyuman
Berhiaskan bintang bertabur keindahan
Ku terkagum dan bersyukur
Menikmati keindahan dari Yang Maha Luhur

Kupandang ufuk timur
Melihat mentari mulai menghibur
Menghibur hati yang sedang bimbang
Menunggu jawaban yang tak kunjung datang

Subhaanalloh!!
Kenapa ku tak pernah sadar
Akan semua ciptaan Dzat Yang Maha Besar
Bintang-bintang yang terus bertebar
Mentari yang terus bersinar

Hanya Engkau!!

Air mata tak lagi tertahan
Keramaian tak lagi bisa menjadi hiburan
Tak juga tenang karena kesunyian
Hanya Engkaulah yang bisa menangkan

Saat hati ini tertindih
Menangis dan merintih
Hanya Engkaulah yang mampu menghibur
Menghibur hati yang hancur

Saat jiwa ini bimbang
Mengingat masa yang mengenang
Hanya Engkaulah tempatku bersandar
Bersandar dengan rasa sabar

Ya Alloh!!!
Kepada-Mu ku mengharap ketenangan
Kepada-Mu ku mengharap kebahagiaan
Kepada-Mu ku sandarkan semua harapan

Embun Malam

Embun malam nan menyentuh
Membasahi dedaunan yang keruh
Menghibur hati yang bergemuruh
Membangkitkan cinta yang kian luluh

Ku ingin cinta itu kembali bangkit
Tak lagi hidup terbelit
Ku ingin cinta itu kembali tumbuh
Tak lagi tercampur keruh

Ku ingin merasakan embun malam
Menggali cinta yang terpendam
Menuju esok yang penuh kebahagiaan
Yang tak lagi kenal kesengsaraan

Ku igin embun malam membasahiku
Menghibur hati yang pilu
Ku ingin kembali hidup
Di atas cinta yang tak pernah redup